Melalui momen HARDIKNAS ini, semoga tulisan ini dapat memberikan semangat bagi teman-teman yang sedang berusaha melanjutkan studi ke  jenjang yang lebih tinggi. Semakin banyak publikasi berkualitas yang dikeluarkan oleh anak-anak Indonesia, bangsa kita mampu mengejar ketertinggalan dari bangsa lain, dan didukung oleh kebijakan pemerintah yang dapat memfasilitasi gagasan, ide, dan penelitian oleh anak-anak Indonesia.

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman saya bahwa untuk diterima S3 biasanya diharuskan memperoleh pembimbing terlebih dahulu, dan banyak yang tidak mengetahui cara memperolehnya.

Tulisan ini pun saya dedikasikan bagi para pejuang dan pengejar beasiswa yang tangguh. Bagi yang merasa diri tidak mampu, saya sarankan untuk keluar dan tidak membaca tulisan ini 😊. Tapi saya sangat yakin lebih dari 99% yang sedang mencari beasiswa adalah para pejuang tangguh. Mesti diingat bahwa gelap nya malam akan terganti oleh cerah nya mentari pagi, dingginya Winter akan diganti dengan hangatnya Summer 😊.

Tulisan ini saya fokuskan kepada mahasiswa lulusan S2 DN, karena saya merasakan bahwa mahasiswa DN memiliki akses yang kurang luas, ibarat sinyal masih gprs belum 4G. Akantetapi, tulisan ini juga masih relevan bagi lulusan LN.

Berikut merupakan peraturan yang harus diingat, dalam mencari pembimbing.

  1. Jika saya bisa kalian juga bisa, jika semua orang bisa kita pasti bisa, jika ada yang tidak bisa maka kita bisa. Intinya bisa dan bisa!
  2. Tidak ada korelasi bahwa jika anda ditolak oleh seorang pembimbing maka anda tidak memiliki kesempatan lain. Terus berusaha!

Sekarang kita masuk pada tahapan mencari pembimbing.

  1. Kenali minat anda. Kenali arah penelitian dan ketertarikan anda pada suatu topik, hal ini penting ketika akan membuat riset proposal dan mencari pembimbing.
  1. Buatlah profil diri yang kuat terhadap minat anda. Profil diri dapat dibuat dengan pengalaman dan riset yang telah di lakukan selama ini, misalnya dengan publikasi penelitian, dan juga melalui aktifitas pekerjaan selama ini.
  1. Mencari pembimbing di bidang anda. Ada empat cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh pembing.
  • Cara pertama dengan berkonsultasi dengan pembimbing ketika S2, dan meminta beliau untuk memperkenalkan professor di LN. Komunikasi yang baik dan menjaga silaturahmi dengan dosen dan pembimbing ketika S2 dahulu sangat penting, siapa tahu beliau memiliki kenalan dan mau merekomendasikan anda.
  • Cara kedua yang tercepat menurut pengalaman saya dengan menghadiri konferensi, dengan mengirimkan publikasi dan memaparkan penelitian. Di konferensi tersebut kita akan memiliki banyak peluang untuk bertemu dengan orang lain dengan minat yang sama di bidang kita. Pengalaman saya, kemungkinan untuk memperoleh pembimbing 100%, yang penting mau berdikusi.
  • Cara ke tiga ketika bekerja, hal ini bisa terjadi jika kantor/tempat anda bekerja memiliki kerjasama dengan universitas di luar negeri. Hal ini juga pernah saya lakukan dan berhasil, ketika itu atasan saya meminta saya mengevaluasi metode yang dilakukan oleh calon pembimbing. Saya mengemukakan pemahaman dan pendapat saya terhadap metode yang ditawarkan (boleh negatif dan positif umumnya dosen LN dapat menerima dengan perbedaan). Terpenting adalah tunjukkan dasar yang kuat kepada sasaran (lih. calon pembimbing) dan dengan berdiskusi dan beragumentasi yang kuat dengan senjata yang lengkap (kayak mau perang). Selanjutnya tinggal hubungi lagi dan nyatakan minat anda!
  • Cara ke empat dengan menghubungi calon pembimbing melalui email, yang perlu dilakukan adalah dengan mengunjungi web universitas di LN, kemudian mencari bidang yang sesuai, dan menghubungi professor di departemen tersebut. Cara lain dengan membaca jurnal dan menghubungi professor yang menulis jurnal tersebut. Cara ke empat Ini merupakan cara yang paling sering saya lakukan hingga saya memperoleh pembimbing sekarang.

     4. Berdoa, bersedekah, dan minta restu orang tua! (tidak ada urutan)

Selanjutnya saya akan fokus menceritakan tahapan mengubungi professor melalui email.

  1. Hubungi calon pembimbing, apa saja yang perlu ada dalam email?. Secara umum bagian yang harus muat dalam email adalah: a) perkenalkan diri anda b)  minat anda c) penelitian yang sudah anda klakukan d) alasan menghubungi (mencari pembimbing) d) kegiatan anda saat ini e) lampirkan CV (saya menggunakan EU format bisa di google) f) ceritakan juga pendanaan nanti berasal dari mana (sebutkan beasiswa atau skema pendanaan lain) g) lampirkan proposal penelitian (opsional)
  2. Kirim email ke banyak calon pembimbing. Semakin banyak mengirim email semakin banyak peluang yuntuk diterima tak perlu ragu. Kalau rekan-rekan berminat pendanaan melalui beasiswa LPDP bisa dicari berdasarkan universitas dalam list beasiswa LPDP.
  3. Jika memperoleh tanggapan yang positif (minimal di balas) persiapkan proposal penelitian anda, dan jadwalkan untuk diskusi selanjutnya.
  4. Jika selama proses diskusi dan akhirnya belum diterima. Ini sudah langkah yang bagus minimal kita memperoleh masukan terhadap penilitian kita. Lakukan perbaikan terhadap masukan tersebut (missal di proposal) dan pergunakan (yang sudah diperbaiki) untuk menghubungi calon pembimbing selanjutnya. Ingat tetap berusaha cari pembimbing yang lain dan berikan kesan yang baik (siapa tau ketemu lagi pas konferensi, jadikan semuanya jaringan anda!).
  5. Jika berdiskusi telah dilakukan dan berhasil mulailah aplikasi ke universitas (ini titik terang banget).
  6. Jika belum berhasil coba lagi ke poin 1 dan ingat peraturan 1 🤔

Dalam proses mencari pembimbing ini merupakan hal yang paling krusial untuk diterima di universitas, saya dulu sudah mencoba dan belum berhasil di lebih dari 20 universitas (jadi jangan ragu untuk mencoba). Ke empat metode tersebut menurut saya efektif, saya memperoleh calon pembimbing dari cara pertama 1 orang (di Jepang), cara ke dua 3 orang (di Jepang, Australia, dan Swedia), cara ke tiga 1 orang (di Jerman), dan cara ke empat 1 orang (di Swiss). Terakhir, setelah proses pencarian yang panjang (lebih kurang 4 tahun), saya memutuskan untuk fokus di Swiss karena kesesuaian minat, reputasi universitas dan pembimbing, dan proses administrasi yang lancar.

Tetap terus berusaha dan tembuslah batas keterbatasan itu, saya bisa anda pun bisa karena kita tidak tahu di usaha keberapa kita akan berhasil. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan yang membutuhkan dan selamat dan semangat berjuang. Kalian pasti bisa!

*gambar diperoleh dari sini

Advertisements